Jumat, 25 Oktober 2019

Citigroup menunjuk Jane Fraser sebagai presiden barunya, menempatkannya sebagai CEO wanita pertama di sebuah bank besar

CEO Citigroup Michael Corbat pada hari Kamis menunjuk Jane Fraser sebagai presiden baru bank, serta CEO baru Global Consumer Banking. Langkah ini menjadikan Fraser nomor dua di Citigroup (C), peran yang telah dibuka selama beberapa bulan karena Corbat mempertimbangkan masa depan bank. Fraser sekarang kemungkinan pengganti Corbat, yang bisa menjadikannya CEO wanita pertama di sebuah bank besar. Citigroup adalah bank terbesar ketiga di negara itu, dengan aset $ 1,9 miliar tahun lalu. "Sama seperti perencanaan dan pengembangan bakat adalah sesuatu yang kami minta dari semua pemimpin kami, saya juga memiliki tanggung jawab kepada Anda, dan semua pemangku kepentingan kami, untuk memastikan perusahaan kami berada dalam posisi yang baik untuk berhasil, tidak hanya di tahun-tahun mendatang, tetapi juga di dekade berikutnya dan seterusnya, "kata Corbat dalam sebuah surat kepada karyawan yang dirilis Kamis. Sebelum hari Kamis, CEO Perbankan Konsumer Global Stephen Bird pada saat itu juga dianggap sebagai calon pelopor untuk pekerjaan CEO. 

Dalam pernyataannya hari Kamis, Corbat mengumumkan Bird akan meninggalkan Citi untuk "mengejar peluang di luar perusahaan kami," meninggalkan posisinya terbuka bagi Fraser untuk melangkah juga. Fraser telah bersama Citigroup selama 15 tahun dan sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi Amerika Latin Citigroup, sebuah peran yang akan diisi oleh CEO saat ini dari anak perusahaan Meksiko, Ernesto Torres Cantu. Selama Resesi 2008, Fraser memimpin Strategi Korporat dan grup M&A bank, Corbat mengatakan dalam catatan itu, menambahkan, "dalam banyak hal, Jane membantu membentuk perusahaan seperti sekarang ini." Selama wawancara tahun 2018 dengan Poppy Harlow dari CNN, Fraser menjawab pertanyaan apakah dia ingin menjadi CEO Citibank atau tidak, dan berbicara tentang upayanya untuk membawa lebih banyak wanita ke kepemimpinan senior di bank.

"Saya berharap melihat seorang wanita menjadi CEO pertama dari perusahaan Wall Street siapa pun itu," kata Fraser Harlow. "Aku tidak pernah memiliki ambisi untuk menjadi CEO Citi atau organisasi lain. Banyak hal dapat berubah seiring waktu. Tetapi saat ini, aku masih harus banyak belajar." Sekarang jelas bahwa itu bisa menjadi kenyataan bagi Fraser. Namun tampaknya Corbat tidak akan segera ke mana-mana. "Saya tetap berkomitmen untuk memimpin perusahaan kami di tahun-tahun mendatang dan berharap dapat bekerja lebih dekat dengan Jane dalam peran barunya," katanya, Kamis. "Kami akan terus menjalankan strategi kami sehingga kami dapat memberikan hasil yang diharapkan dan pantas oleh para pemangku kepentingan kami."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebuah perhitungan politik di Sri Lanka saat krisis ekonomi tumbuh

  Orang-orang meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah selama protes yang sedang berlangsung di luar kantor presiden di Kolombo, Sri L...