Kamis, 17 Oktober 2019

Harga Emas Naik di Tengah Lambatnya Negosiasi Perang Dagang AS-China

Harga emas naik pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) di tengah kekhawatiran sikap dari Amerika Serikat (AS) karena naik nya harga emas terhadap Hong Kong yang dapat memperlambat negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Selain itu, para investor juga menunggu pertemuan puncak Brexit.

Dikutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.487,73 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,6 persen menjadi USD 1.491,60. Dalam situasi memburuk hubungan antara Amerika Serikat dan China pada hari Selasa, Parlemen AS mengeluarkan empat undang-undang yang mengambil garis keras di Beijing, tiga terkait dengan protes pro-demokrasi di Hong Kong, menimbulkan tentangan dari China.

"Banyak orang berpikir ini (undang-undang AS tentang Hong Kong) akan menghambat negosiasi dengan tarif (antara AS dan Cina), jadi sekali lagi, ketika tarif dipertanyakan, orang lari ke emas," kata Michael Matousek, Kepala Trader di Investor Global AS.

Analis juga waspada dengan situasi di Eropa karena mereka menunggu hasil KTT Brexit di Brussels pada Kamis dan Jumat ini yang akan menentukan apakah Inggris sedang menuju kesepakatan untuk meninggalkan blok pada tanggal jatuh tempo, keluar tanpa kesepakatan yang tidak teratur atau penundaan. Investor juga menunggu pertemuan Federal Reserve AS pada akhir bulan untuk kejelasan tentang penurunan suku bunga lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebuah perhitungan politik di Sri Lanka saat krisis ekonomi tumbuh

  Orang-orang meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah selama protes yang sedang berlangsung di luar kantor presiden di Kolombo, Sri L...