Kamis, 17 Oktober 2019

IHSG Dibuka Menguat ke 6.173,93

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan saham Kamis pekan ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.173 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada pra pembukaan perdagangan, Kamis (17/10/2019), IHSG naik tipis 0,32 poin atau 0,01 persen ke level 6.169,90. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 6,45 poin atau 0,01 persen ke 6.173,93.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,11 persen ke posisi 963,50. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau. Pada awal pembukaan perdagangan, (IHSG) level tertinggi berada di 6.178,80 dan terendah di 6.169,69. Sebanyak 115 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau dan 46 saham melemah. Sedangkan 108 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 13.680 kali dengan volume perdagangan 107,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 145,8 miliar. Investor asing jual saham Rp 4,51 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.173 per dolar AS. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona merah yaitu sektor pertambangan yang turun 0,18 persen.

Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang melesat 0,40 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan yang naik 0,28 persen dan sektor manufaktur naik 0,25 persen.
Saham-saham yang menguat sehingga mendorong (IHSG) ke zona hijau antara lain SLIS melonjak 25 persen ke Rp 1.225 per saham, MBTO naik 8,13 persen ke Rp 133 per saham, dan HDFA naik 6,37 persen ke Rp 167 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah antara lain DNAR yang turun 8,70 persen ke Rp 210 per saham, BUVA turun 4,44 persen ke level Rp 86 per saham dan FILM turun 3,08 persen ke Rp 252 per saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebuah perhitungan politik di Sri Lanka saat krisis ekonomi tumbuh

  Orang-orang meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah selama protes yang sedang berlangsung di luar kantor presiden di Kolombo, Sri L...